DISPERINDAG LAMPUNG INTENSIFKAN SIDAK DAN GELAR PASAR MURAH JELANG LEBARAN 1447 H

LAMPUNG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menyampaikan bahwa pengendalian inflasi daerah menjadi salah 1 prioritas utama Disperindag, sejalan dengan visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas. Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada aspek harga, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Untuk itu, Disperindag terus bersinergi dengan Satgas Pangan, aparat penegak hukum, serta tim pengawas di lapangan guna memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan konsumen.

“Tentunya jabatan ini adalah amanah yang mana harus dijalankan dengan istiqomah, kedepannya dengan Deadline yang kita sama sama tahu bersama Lampung Maju menuju Indonesia Emas. Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) untuk menghadapi hari besar Lebaran Idul Fitri bersama team dari satgas maupun Cyber secara intens sidak masalah harga dan keamanan pangan baik di pasar tradisional maupun di pasar modern. Kita menjaga agar distribusi itu lancar karena kita sama sama tahu di Ramadan dan Idul Fitri ini permintaan meningkat dan harus di imbangi dengan Supply dan mudah mudahan di 15 Kabupaten/Kota bahan pangan stocknya aman dan hargapun stabil,” ujar Zimi. Selasa (24/02/2026).

Zimi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, hingga pelaku usaha ritel modern dan tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rantai distribusi tetap lancar, terutama di wilayah yang rawan keterlambatan pasokan. Ia berharap, dengan pengawasan dan intervensi yang terukur, stabilitas harga dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Selain itu, pelaksanaan pasar murah di 15 kabupaten/kota menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat prasejahtera tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita juga akan mengadakan pasar murah di 15 kabupaten/kota dan kita juga berkolaborasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan. Jadi pasar murah tersebut bukan hanya pengendalian inflasi tetapi juga pemenuhan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat terutama prasejahtera dengan adanya pemenuhan kebutuhan pokok sehingga masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau dan juga harga di pasar dapat stabil,” katanya.

Dengan langkah pengawasan yang intensif, koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan pasar murah di seluruh kabupaten/kota, Disperindag optimistis stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga. Ia berharap upaya tersebut mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan merayakan Idul Fitri. (NR/N)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *