
LAMPUNG – Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM-PAN) Jawa Barat, Verrel Bramasta, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak bangsa. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan bertema “Saatnya yang Muda Bicara dan Bekerja untuk Bangsa” di Lantai 3 Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya. Jum’at (24/04/2026).
Dalam pemaparannya, Verrel menepis anggapan yang kerap meremehkan kontribusi anak muda dalam dunia politik dan pembangunan. Menurutnya, pertanyaan “anak muda bisa apa” justru harus dijawab dengan tindakan nyata. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
“Bukan soal bisa apa, tapi justru karena kita muda, kita punya energi, ide, dan keberanian untuk menggerakkan bangsa ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik saat ini. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan dalam beraktivitas, termasuk di ruang digital.
Diskusi berlangsung interaktif. Aisyah, mahasiswi Manajemen semester empat IIB Darmajaya, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
“Sekarang semua serba AI, tapi tetap harus digunakan dengan bijak,” katanya.
Hal senada disampaikan Aris, mahasiswa Sistem Informasi, yang mengingatkan agar generasi muda lebih selektif dalam bermedia sosial. Ia mengibaratkan perubahan perilaku komunikasi dari masa ke masa.
“Kalau dulu ada istilah mulutmu harimaumu, sekarang jarimu harimaumu. Jadi harus berhati-hati,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung, Firmansyah Y. Alfian, mengingatkan bahwa anak muda tidak cukup hanya menjadi pengamat politik. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa, terlebih dengan potensi tingginya angka golongan putih (golput).
“Hasil survei menunjukkan golput bisa mencapai 40%. Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak muda,” terangnya.
Dalam sesi penutup, Ivan Fadillah menyampaikan apresiasi terhadap BM-PAN sebagai wadah kaderisasi yang lahir bersama Partai Amanat Nasional. Ia juga mendorong sinergi dengan organisasi perempuan PAN agar mampu memperluas jangkauan gerakan.
“Kita harus bersatu, turun langsung ke masyarakat, dan melibatkan berbagai elemen, termasuk ibu-ibu,” ujarnya.
Suasana diskusi semakin semarak dengan adanya sesi tanya jawab berhadiah. Jawaban dari peserta yang tepat diapresiasi dengan hadiah uang tunai.
Diketahui, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh PAN, di antaranya Ketua Yayasan Alfian Husin sekaligus Wakil Ketua MPP PAN Bandar Lampung, Ary Meizari, serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin, Andi Desfiandi. Hadir pula Athala Naufal, jajaran pengurus BM-PAN dan PUAN Bandar Lampung, mahasiswa, serta kalangan muda dari berbagai latar belakang. (NR/N)