

LAMPUNG – Sebuah perahu ditemukan terbalik dan terombang-ambing di perairan Pantai Labuhan Jukung, Pekon Kampung Jawa, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Senin (19/10/2026).
Namun, nelayan yang diduga pemilik perahu tersebut, Sahroni (45), belum ditemukan setelah berangkat melaut sejak subuh. Temuan perahu itu memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Baca juga: Detik-detik Damkar Selamatkan Bocah 4 Tahun dari Sumur 15 Meter di Pondok Ranggon Jaktim Hingga Senin sore, keberadaan nelayan asal Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, tersebut masih belum diketahui.
Hingga Senin sore, keberadaan nelayan asal Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, tersebut masih belum diketahui.
Pencarian berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Hujan deras dan gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter menghambat upaya petugas menyisir perairan tempat perahu ditemukan.
Peristiwa itu terungkap setelah seorang nelayan bernama Fahturanman menemukan perahu dalam kondisi terbalik sekitar pukul 10.00 WIB. Perahu tersebut diduga milik Sahroni, yang sebelumnya berangkat melaut pada waktu subuh untuk mencari ikan. Namun, belum ada saksi mata yang mengetahui secara langsung bagaimana perahu itu bisa terbalik ataupun kronologi hilangnya korban.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung dari Ruli, perwakilan BPBD Pesisir Barat, pada pukul 11.09 WIB.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung dari Ruli, perwakilan BPBD Pesisir Barat, pada pukul 11.09 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.25 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memulai operasi pencarian. Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat Ari Wiranata mengatakan, tim gabungan mengerahkan rubber boat dan perahu jukung milik nelayan untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
“Pencarian dilakukan dengan menyisir area yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh ke laut hingga sejauh dua mil laut. Tim juga melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai,” ujar Ari, Senin (19/10/2026).
Upaya menemukan Sahroni belum membuahkan hasil hingga pencarian hari pertama dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB.
Menurut Ari, kondisi cuaca dan laut menjadi tantangan bagi tim dalam melaksanakan pencarian. Tinggi gelombang yang mencapai 1,5 hingga 2,5 meter serta hujan deras membuat operasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.
“Cuaca menjadi salah satu kendala di lapangan. Hujan deras dan gelombang yang cukup tinggi membuat tim harus memperhitungkan kondisi saat melakukan penyisiran,” kata Ari. Selain faktor cuaca, pencarian juga terkendala belum adanya saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.
Akibatnya, tim masih mengandalkan informasi mengenai lokasi penemuan perahu untuk menentukan area penyisiran.
“Kami terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir perairan dan garis pantai. Hingga pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan,” ujar Ari.
Pencarian Dilanjutkan Selasa Pagi Operasi SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud, Polsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Puskesmas Pesisir Tengah, serta masyarakat dan nelayan setempat. Setelah pencarian hari pertama dihentikan sementara, tim berencana melanjutkan operasi pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Operasi SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud, Polsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Puskesmas Pesisir Tengah, serta masyarakat dan nelayan setempat. Setelah pencarian hari pertama dihentikan sementara, tim berencana melanjutkan operasi pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Ari mengimbau para nelayan agar tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan melaut, terutama ketika kondisi perairan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memantau informasi cuaca, mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum melaut, dan memastikan perlengkapan keselamatan tersedia serta digunakan,” kata Ari.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Sahroni dapat menghubungi layanan darurat Basarnas melalui nomor 115 atau Comm Center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006. (NR/N)
The post Perahu Terbalik di Pantai Labuhan Jukung, Nelayan Pesisir Barat Hilang first appeared on LAMPUNG SEGALOW.